Rabu, 13 Januari 2010

Satgas Akan Rekomendasikan Temuan Sel Mewah Ayin

Anggota Satgas Mafia Hukum yang juga Wakil Jaksa Agung Darmono, menyatakan temuan timnya terkait kasus sel mewah Artalyta Suryani akan dilanjutkan ke Menteri Hukum dan HAM.

Satgas Akan Rekomendasikan Temuan Sel Mewah Ayin

JAKARTA - Anggota Satgas Mafia Hukum yang juga Wakil Jaksa Agung Darmono, menyatakan temuan timnya terkait kasus sel mewah Artalyta Suryani akan dilanjutkan ke Menteri Hukum dan HAM.

"Apa yang kita temukan dalam pantauan di lapangan kemarin, itu berupa data dan fakta, bisa terkait pelanggaran prosedur, administrasi, maupun indikasi tindak pidana," kata Darmono usai melakukan pertemuan dengan Komisi Kejaksaan di Kantor Komjak Jalan Rambai 1A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (13/1/2010).

Darmono menambahkan, jika ditemukan pelanggaran prosedur maka pihaknya akan menyampaikan kepada pihak terkait, dalam hal ini ke Lembaga Pemasyarakatan dan Menkum HAM.

"Mengenai pelanggaran prosedur, untuk perbaikan akan kami sampaikan kepada lembaga bersangkutan, seperti pada Lapas kemarin. Tentu akan kita sampaikan juga kepada Menkum HAM," jelas Darmono.

Jika ditemukan adanya indikasi pidana, lanjut Darmono, pihaknya akan menyampaikan kepada kepolisian dan Kejagung yang memiliki kompetensi untuk itu.

"Ini kan baru kita evaluasi. Kami inventarisir secara lengkap, kemudian dievaluasi, ke mana nanti akan direkomendasikan. Kami akan sampaikan kepada pejabat berwenang," tambahnya.

Terkait pertemuan satgas dan Komjak, satgas akan melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga hukum, termasuk Komjak untuk menindaklanjuti segala laporan pengaduan masyarakat, terkait praktik mafia hukum dalam satuan penanganan perkara.

Pertemuan hari ini, menurut Darmono, dalam upaya koordinasi, evaluasi, koreksi, dan pemantauan. Kerja sama ini diharapkan dapat membantu sepenuhnya fungsi satgas, sekaligus meningkatkan kinerja Kejagung.

"Koordinasi ini dapat menyelesaikan dengan baik segala permasalahan, termasuk terkait perilaku jaksa," harap Darmono sambil menambahkan rekomendasi komisi Kejagung juga akan mendapat perhatian dari Jaksa Agung.

sumber : http://news.id.msn.com/okezone/regional/article.aspx?cp-documentid=3787540

Grup PKI 2010 Diprotes Atas Pencatutan Nama



FB PKI
Jakarta - Sejumlah aktivis pro demokrasi merasa dicatut namanya oleh grup Partai Komunis Indonesia (PKI) 2010 di jejaring Facebook. Mereka mengatakan tidak memiliki hubungan apa pun dengan grup yang tengah menjadi sorotan itu.

PKI 2010 pernah memasang status pada Rabu (6/1/2010). Mereka menyebutkan ada rapat terbatas yang diikuti oleh Ketua Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965 (YPKP 95) Bedjo Untung, eks Tapol PKI dari Paguyuban Korban Orba Heru Atmojo, Presidium Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) Sumarsih dan mantan anggota pasukan Cakrabirawa, Casman.

Status ini sudah hilang saat grup ini dikunjungi pada Rabu (13/1/2010). Namun pencantuman status itu tak pelak mengundang protes dari pihak terkait.

"Kami menyayangkan pencantuman nama-nama kami dalam grup Facebook PKI 2010 yang mengesankan kami bagian dari PKI 2010. Terlebih, pengelola grup sengaja menutup identitas," kata Presidium JSKK Sumiarsih dalam rilisnya.

Sumiarsih bersama sejumlah pihak yang disebutkan dalam grup PKI 2010, mengatakan tidak mengetahui grup tersebut. Mereka selama ini bekerja sama dengan kelompok lain seperti Kontras dll, tapi bukan dengan PKI 2010.

"Kami tidak pernah melakukan kegiatan langsung maupun tidak langsung dengan PKI 2010, sebagaimana dimaksud dalam grup Facebook tersebut," pungkasnya.

sumber :http://www.detikinet.com/read/2010/01/13/171206/1277803/398/grup-pki-2010-diprotes-atas-pencatutan-nama

Google Berpikir untuk Mundur dari China

Tidak terima dengan sistem sensor yang semakin diperketat di China, Google berpikir untuk tidak lagi memberikan layanannya bagi pengguna internet di negeri tirai bambu tersebut.

Google Berpikir untuk Mundur dari China

SAN FRANCISCO - Tidak terima dengan aksi hack yang diduga dilancarkan oleh China, Google berpikir untuk tidak lagi memberikan layanannya bagi pengguna internet di negeri tirai bambu tersebut.

Itu artinya, Google akan kehilangan pangsa pasar internet terbesar di dunia. Meski begitu, Google nampaknya bertekad kuat mewujudkan keputusannya.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (13/1/2010), langkah yang diumumkan Google ini muncul di tengah-tengah ketegangan yang kian memuncak antara China dan AS terkait kebebasan berinternet. Pekan depan, Sekretaris Negara AS Hillary Clinton berencana mengumumkan kebijakan teknologi terbaru yang membantu masyarakat di negara lain mendapatkan akses web tanpa sensor.

Keputusan ini diambli Google setelah pihaknya menemukan adanya serangan canggih pada akun email para aktivis HAM China menggunakan layanan Gmail, dan lebih dari 20 perusahaan lainnya mendapatkan serangan yang sama. Para hacker tersebut, berupaya membobol Google untuk menyusup ke dalam akun-akun Gmail para aktivis HAM China.

"Temuan akan adanya serangan ini, serta pengawasan ketat yang mengekang kebebasan berbicara melalui web selama bertahun-tahun membuat kami berpikir ulang mengenai operasional bisnis Google di China," kata Chief Legal Officer Google David Drummond melalui blog resmi Google.

"Kemungkinan besar, hal ini akan mendorong rencana Google untuk menghentikan operasionalnya di China dengan menutup Google.cn," tambahnya.

Google pun nampaknya tidak akan merasa terlalu kehilangan andai keputusan ini jadi dilaksanakan. Pasalnya, meski Google mendominasi internet di hampir berbagai belahan dunia, tidak demikian halnya dengan di China. Negara dengan 360 juta orang pengguna internet itu tidak memberikan kesempatan bagi Google untuk berjaya.

China merupakan satu-satunya negara dimana Google tidak menempati posisi nomor satu dalam pangsa pasar mesin pencarian. Situs pencarian lokal Baidu mengalahkan Google dengan pangsa pasar sebesar 60 persen, sementara Google hanya mendapat porsi 30 persen saja.

Kondisi ini kian diperburuk dengan turunnya saham Google sebesar 1,3 persen hanya dalam waktu setengah jam setelah berita rencana penutupan Google China beredar. Sebaliknya, saham Baidu malah diuntungkan dengan kenaikan sebesar 6,8 persen.

sumber : http://news.id.msn.com/okezone/sci-tech/article.aspx?cp-documentid=3787197

Avatar 3D Picu Penonton Depresi & Bunuh Diri

Keajaiban dunia Avatar yang dihadirkan dalam format 3D rupanya benar-benar membuai penonton hingga banyak dari mereka yang kehilangan akal sehat.

Avatar 3D Picu Penonton Depresi & Bunuh Diri

Keajaiban dunia Avatar yang dihadirkan dalam format 3D (tiga dimensi) rupanya benar-benar membuai penonton hingga banyak dari mereka yang kehilangan akal sehat.Tidak sedikit dari penonton yang lupa kalau Planet Pandora yang menjadi latar setting Avatar hanyalah dunia rekaan sutradara James Cameron.

Hanya beberapa pekan setelah Avatar diputar awal Desember silam, ribuan penonton mengaku depresi karena tidak bisa tinggal di Planet Pandora yang elok dan penuh keajaiban. Yang menyeramkan, beberapa dari mereka berniat bunuh diri karena terlalu depresi dan mendapati dunia nyata tidak seindah Pandora. Dalam dunia rekaan Cameron, Planet Pandora digambarkan sangat indah dengan binatang berbagai rupa berada di sana.

Tidak seperti tumbuhan di Bumi, tumbuhan di Planet Pandora mengeluarkan cahaya sehingga tidak dibutuhkan lampu atau api sebagai penerang di malam hari. Suku Na'vi yang mendiami Pandora juga hidup dalam ikatan persaudaraan yang sangat kuat. Bagi banyak penonton, keindahan Planet Pandora seperti dunia khayalan yang menjelma menjadi kenyataan lewat layar 3D.

Banyaknya penonton yang depresi ini bisa dilihat dari ribuan posting di berbagai forum internet. "Saya mengerti dengan perasaan depresi penonton karena saya pun mengalaminya. Berdiskusi atau sekadar ngobrol dengan penonton yang mengalami persoalan serupa sangat membantu," tulis seorang pengguna internet.

Berdasarkan catatan CNN, sebuah situs penggemar film Avatar di Amerika Utara menerima 1.000 posting terkait depresi penonton. Mereka mencoba berbagi depresi hingga berbagi tip untuk menjauhkan mereka dari "kegilaan". Salah satu tip berjudul "Cara-Cara Mengatasi Depresi karena Memimpikan Pandora yang Tidak Bisa Dijelaskan."

"Saat saya bangun di pagi hari setelah menonton Avatar, dunia menjadi abu-abu. Dunia ini seperti tidak berarti lagi.Saya tidak memiliki alasan untuk tinggal di sini, saya tinggal di dunia yang tengah mati," tulis seseorang di situs tersebut. Penulis lain yang memakai nama 'Okoi' bercerita bagaimana dia harus bersusah payah menghilangkan kesedihan karena terlalu terbuai dengan Pandora.

Ahli jiwa dari Louis Armstrong Centre, New York, Dr Stephan Quentzel mengaku prihatin dengan fenomena depresi penonton Avatar. Dia mengingatkan bahwa Avatar hanyalah film.

"Dunia virtual bukanlah kehidupan nyata dan tidak akan menjadi nyata. Kecanggihan teknologi menciptakan dunia virtual seperti kenyataan dan membuat dunia nyata sangat tidak sempurna," imbuhnya.

sumber : http://news.id.msn.com/okezone/sci-tech/article.aspx?cp-documentid=3787551

Waspadai Varian Virus YM Menyebar Cepat

Waspadai Varian Virus YM Menyebar Cepat


ilustrasi (diolah/inet)
Jakarta - Meski 2010 baru saja dimulai, pergerakan program-program jahat seperti tak kenal lelah. Virus yang memanfaatkan Yahoo! Messenger (YM) pun dilaporkan telah menyebar dengan cepat.

Demikian paparan dari analis antivirus Vaksincom, Adi Saputra, dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Kamis (7/1/2010). Virus terbaru yang menggunakan YM itu dikenali sebagai W32/VBTroj.CEUU oleh Norman Security Suite.

Adi mengatakan, pesan itu muncul dengan Bahasa Inggris disertai tautan ke sebuah file. Untuk menarik korbannya, tautan tersebut seakan-akan mengarah ke sebuah file gambar yang dikompresi dengan format .zip.

Berikut beberapa bentuk pesan yang dikirim (dalam bahasa inggris).
  • I just found this pic of you last night, and I think you might want to save it, looks amazing. srv034.imageshares.info:88/cache/user2940/DVS-Picture009.JPEG.zip
  • Would you care if I tagged you in this picture? Or would you get upset at me? srv057.imageshares.info:88/DisplayPics/user3052/DVT-NewPhoto009.JPG.zip
  • This picture is creepy and disturbing! You have to check it out. http://srv034.imageshares.info:88/cache/user2940/DVS-Picture009.JPEG.zip
  • I was at the mail, and you will never guess who i saw! http://srv057.imageshares.info:88/DisplayPics/user3052/DVT-NewPhoto009.JPG.zip
  • I found the perfect wallpaper. You'll love it, what do you think? http://viewmorepics.facebookgallery.info:88/ImageView&profileID=1390/DVS-MyPhoto14.JPEG.zip
  • Have you seen my new glasses? I just found out I had to get new ones. Do they look ok?? http://viewmorepics.facebookgallery.info:88/ImageView&profileID=1390/DVS-MyPhoto14.JPEG.zip
  • Why do I even bother taking pictures when they turn out to be like this. Don't show it to anyone please. http://img284.dlimageshack.info:88/img284/43930/MVC-NewPhoto12.JPG.zip
  • I finished editing this picture last night for my facebook profile... How do you like it? http://img425.dlimageshack.info:88/~ProfileView/user4729/DVS-NewPhoto13.JPG.zip
  • The pics from my new digital camera keep coming out strange. Can't you tell it doesn't look right in this one? http://c2ac-b.myspace-pics.info:88/images03/4986051/DVT-Picture004.JPG.ZIP
  • If you decide to open this picture you have to promise not to show it to anyone. ok? http://c2ac-b.myspace-pics.info:88/images03/4986051/DVT-Picture004.JPG.zip

Pengguna layanan YM, yang cukup populer di Indonesia, diminta untuk tidak sekalipun mengklik tautan tersebut. Pasalnya virus itu akan memanfaatkan account YM korbannya untuk menyebarkan dirinya ke teman-teman korban.

Berikut adalah beberapa aksi yang akan dilakukan virus itu, seperti dituturkan Adi:
  • Mencoba melakukan koneksi/kontak ke remote server/IRC (Internet Relay Chat) dengan berbagai IP.
  • Mencoba melakukan koneksi ke beberapa website dan mencoba untuk melakukan sinkronisasi waktu. Termasuk Microfot.com, Yahoo.com<>
  • Mencoba melakukan koneksi ke beberapa website Mail Exchanger (MX). Termasuk Microsoft.com, Yahoo.com, Google.com dan Mail.Ru (penyedia jasa e-mail gratis terbesar di Rusia)
  • Mencoba melakukan koneksi ke beberapa website dengan menggunakan berbagai port.
  • Sinkronisasi ke remote server/IRC server dan berkomunikasi.
  • Mendownload file virus dan mendapatkan list pesan yang akan dikirimkan via aplikasi chat. Satu link bisa mendapatkan hingga 50 kalimat pesan berbeda.
  • Mengirim pesan kepada semua contact address yang ada pada aplikasi chat.
  • Mencoba akses jaringan dan menyebarkan virus. Dalam hal ini pun berusaha menembus IPC$.
Nah, giatnya aktivitas virus itu menyebabkan komputer korban akan terasa lambat. Bahkan, menurut Adi, tingkat penggunaan CPU bisa mencapai 100 persen.

Penyebaran utama virus ini adalah melalui layanan pesan instan seperti YM. Namun, Adi tidak menutup kemungkinan penyebarannya juga dilakukan melalui Skype, GTalk (Google Talk), Windows Live Messenger dan MRA (Mail.Ru Agent).

Selain itu, virus juga akan menyebar melalui jaringan dengan memanfaatkan folder file sharing. File virus yang menyebar ini akan memiliki nama acak, dengan ekstensi .exe dan ukuran 212 kb.

sumber :http://www.detikinet.com/read/2010/01/07/162145/1273691/323/waspadai-varian-virus-ym-menyebar-cepat

Pembajakan Software Indonesia 12 Besar Dunia

Kilas Balik TI
Pembajakan Software Indonesia 12 Besar Dunia



Software Bajakan (Ist.)
Jakarta - Tahun 2009 mencatat hasil kurang menggembirakan untuk urusan pembajakan software di Indonesia. Dari hasil riset yang dikeluarkan IDC terungkap bahwa aktivitas pembajakan software di Tanah Air justru kian melonjak.

Dari riset itu Indonesia ditempatkan di posisi ke-12 sebagai negara dengan tingkat pembajakan software terbesar di dunia. Presentase yang dicatat adalah 85%. Dengan kata lain, jika diibaratkan ada 100 software yang digunakan maka 85 di antaranya merupakan software ilegal.

Penilaian ini sendiri dilakukan sepanjang 2008 dan baru diumumkan pada bulan Mei 2009. Ini merupakan kegiatan rutin tiap tahun besutan Business Software Alliance (BSA) yang bekerja sama dengan lembaga riset IDC.

Tentu presentase 85% itu merupakan prestasi minor bagi Indonesia. Sebab selama dua tahun sebelumnya, Indonesia mencatat hasil lumayan dengan mampu menurunkan presentase pembajakan tersebut, meski hanya turun 1%.

Menurut data yang dirilis IDC, persentase 85% ini mengakibatkan Indonesia ditaksir mengalami kerugian atau potensial loss sebesar US$ 544 juta.

Jumlah itu melonjak drastis jika dibandingkan tahun 2007 dimana tingkat pembajakan di Indonesia mencapai 84 persen dan tingkat kerugiannya ditaksir US$ 411 juta.

Studi ini sendiri dilakukan terhadap 110 negara di berbagai belahan dunia. Dimana 57 negara di antaranya mengalami penurunan, 36 negara tetap, sementara 16 negara mengalami peningkatan.

Salah 'Tembak'


Pemerintah dan pihak kepolisian tentu juga bukan tak berupaya apa-apa sehingga software bajakan kian merajalela di Tanah Air.

Berbagai pembekalan kemampuan terus dilakukan pihak berwajib kepada satuannya. Maklum saja, harus diakui, belum semua polisi mengerti akan jenis-jenis software (proprietary, open source, dan freeware) . Tak ayal, aksi 'salah tembak' alias salah razia pun pernah terjadi. Software gratis atau open source juga diangkut lantaran disangka software proprietary bajakan.

Hal ini juga diakui Donny A. Sheyoputra, Kepala Perwakilan BSA di Indonesia. BSA sendiri merupakan lembaga nirlaba yang memayungi vendor-vendor software dunia. BSA kerap diundang untuk menjadi saksi ahli dalam berbagai kasus pembajakan software.

Sementara dari sisi tindakan preventif, pemerintah bergerak dari Tim Nasional Penanggulangan Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (Timnas PPHKI) yang juga lumayan getol menggelar kampanye sosialisasi ke berbagai kota.

Bahkan, beberapa kali tim ini sempat menggelar kunjungan mendadak ke sejumlah perusahaan untuk lebih menajamkan taringnya. Sebab biasanya bagi sejumlah pihak yang namanya himbauan, sosialisasi atau kampanye kerap dianggap sekadar angin lalu yang tak bergigi. Sehingga aksi 'peringatan' berbalut kunjungan seperti itu dirasa penting untuk menegaskan keseriusan.

Tebang Pilih


Aparat sendiri, baik itu pihak kepolisian ataupun Depkumham sudah menyatakan niatnya untuk tidak ingin menggeber razia sapu jagad yang menyasar pedagang-pedagang kecil yang berjualan di pinggir jalan.

Mereka lebih memilih untuk mengincar produsen besar baik itu dari kalangan industri rumah tangga atau perusahaan besar sebagai biang keladi pemasok barang ilegal itu.

"Kaki lima bukan target utama, tapi pengusaha yang punya modal besar seperti pabrik yang jadi prioritas kami," kata Dirjen HKI Depkumham Andi N. Sommeng dalam isi sambutannya di acara pemusnahan 2.187.056 keping cakram digital bajakan yang berhasil disita sepanjang 2009 oleh Direktorat Reskrim Khusus Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono mengakui sulitnya memburu para pemasok software bajakan itu. Bahkan, lanjutnya, pihak kepolisian sampai harus berpacu dalam teknologi demi menggasak para pelaku,.

"Sebab, jika mereka sampai tertangkap, maka selanjutnya bakal menyiapkan modus operandi baru. Kita juga perlu kerjasama lintas sektoral untuk memberantasnya. Dan dalam melakukan penegakan hukum, akan lebih baik jika kita juga 'membunuh' pabrik dan mesin-mesinya itu," jelasnya di tempat yang sama.

sumber : http://www.detikinet.com/read/2009/12/28/100721/1266719/399/pembajakan-software-indonesia-12-besar-dunia

Rabu, 06 Januari 2010

DAFTAR PUSTAKA DAN KUTIPAN

I. Daftar Pustaka

1. Pengertian Daftar Pustaka
Menurut Gorys Keraf (1997 :213) yang dimaksud dengan Daftar Pustaka atau Bibliografi adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku. artikel-artikel. dan bahan-bahan penerbitan lainnya. yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan atau sehagian dan karangan yang tengah digarap. Bagi orang awam. Daftar Pustaka mungkin tidak penting artinya, tetapi bagi seorang sarjana seorang calon sarjana. atau scorang cendekiawan. daftar kepustakaan itu merupakan suatu hat yang sangat penting.
Melalui daftar kepustakaan yang disertakan pada akhir tulisan itu. para sarjana atau cendekiawan dapat melihat kembali kepada sumber aslinya. Mereka dapat menetapkan apakah sumber itu sesungguhnya mempunyai pertalian dengan isi pembahasan itu, dan apakah bahan itu dikutip dengan benar atau tidak. Dan sekaligus dengan cara itu pembaca dapat memperluas pula horison pengetahuannya dengan bermacam-macam referensi itu.
Dalam bab mengenai pengumpulan dan pengolahan data sudah diuraikan pula bagaimana caranya mcmpergunakan kcpustakaan. Serta bagaimana caranya mengumpulkan data-data yang diperlukan melalui kartu-kartu tik. Dalam hubungan ini. cara yang dipergunakan untuk mengumpulkan data- data itu (yaitu mempergunakan kartu tik yang berukuran 10 cmX12.5 cm) dapat dipergunakan untuk mengumpulkan data-data dalam menyusun ketengkapan suatu karya ilmiah .

2. Fungsi Daftar Pustaka
Fungsi sebuah Daftar Pustaka hendaknya secara tegas dibedakan dari fungsi sebuah catatan kaki. Referensi pada catatan kaki dipergunakan untuk menunjuk kepada sumber dan pernyataan atau ucapan yang dipergunakan dalam teks. Sebab itu referensi itu harus menunjuk dengan tepat tempat. dimana pembaca dapat menemukan pernyataan atau ucapan itu. Dalam hal ini selain pengarang, judul buku dan sebagainya. harus dicantumkan pu/a nomor halaman di mana pernyataan atau ucapan itu bisa dibaca. Sebaliknya sebuah Daftar Pustaka memberikan deskripsi yang penting tentang buku, majalah, harian itu secara keseluruhan. Karena itu fungsi catatan kaki dan Daftar Pustaka seluruhnya tumpang-tindih satu sama lain.
Di pihak lain Daftar Pustaka dapat pula dilihat dan segi lain. yaitu ía berfungsi sebagai pelengkap dan sebuah catatan kaki. Mengapa Daftar Pustaka itu dapat pula dilihat sebagai pelengkap? Karena bila seorang pembaca ingin mengetahui lebih lanjut tentang referensi yang terdapat pada catatan kaki. maka ia dapat mencarinya dalam Daftar Pustaka. Dalam Daftar Pustaka dapat mengetahui keterangan-keterangan yang lengkap mengenai buku atau majalah itu.

3. Unsur-unsur Daftar Pustaka
Untuk persiapan yang baik agar tidak ada kesulitan dalam penyusunan bibiografi itu, tiap penulis harus tahui pokok-pokok mana yang harus dicatat. Pokok yang paling penting yang harus dimasukkan dalam sebuah Daftar Pustaka adalah:
(1) Nama pengarang, yang dikutip secara lengkap.
(2) Judul Buku, termasuk judul tambahannya.
(3) Data publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan ke-berapa, nomor jilid, dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.
(4) Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, jilid. nomor dan tahun.
Ada penulis yang memberikan suatu daftar Daftar Pustaka yang panjang bagi karya yang ditulisnya. Namun untuk penulisan karya-karya pada taraf permulaan cukup kalau diusahakan suatu daftar kepustakaan darii buku-buku yang dianggap penting, dan sungguh-sungguh diambil Sebagai pertimbangan atau dijadikan dasar orientasi dalam penyusunan bahan-bahan karya tulis itu.
Bila daftar Daftar Pustakanya cukup panjang, biasanya dibuat daftar ber-dasarkan klasifikasinya. Ada yang membedakan daftar yang hanya memuat buku, artikel majalah, artikel ensiklopedi, harian, dsb. Ada pula yang membuat daftar berdasarkan kaitannya dengan tema yang digarap: buku-buku atau referensi dasar, Daftar Pustaka khusus dan Daftar Pustaka pelengkap.
Persoalan lain yang perlu ditetapkan juga dalam hubungan dengan Daftar Pustaka adalah di mana harus ditempatkan daftar kepustakaan itu? Bila karangan tidak terlalu panjang, misalnya skripsi, maka cukup dibuat sebuah daftar Daftar Pustaka pada akhir karangan itu. Tetapi kalau bukunya sangat tebal , serta tiap bab cukup banyak bahan-bahan referensinya, maka dapat diusahakan sebuah Daftar Pustaka untuk tiap bab. Dalam hal terakhir ini ada kemungkinan bahwa sebuah karya dapat disebut berulang kali dalam bab-bab berikutnya.

4. Bentuk Daftar Pustaka
Cara penyusunan Daftar Pustaka tidak seragam bagi semua bahan referensi, tergantung dari sifat bahan referensi itu. Cara menyusun Daftar Pustaka untuk buku agak berlainan dan majalah, dan majalah agak berlainan dari harian, serta semuanya berbeda pula dengan cara menyusun Daftar Pustaka yang terdiri dan manuskrip-manuskrip yang belum diterbitkan, seperti tesis dan disertasi. Walaupun terdapat perbedaan antara jenis-jenis kepustakaan itu, namun ada tiga hal yang penting yang selalu harus dicantumkan yaitu: pengarang, judul, dan data-data publikasi.
Daftar Pustaka disusun menurut urutan alfabetis dan nama pengarangnya. Untuk maksud tersebut nama-nama pengarang harus dibalikkan susunannya: nama keluarga, nama kecil, lalu gelar-gelar kalau ada. Jarak antara baris dengan baris adalab spasi rapat. Jarak antara pokok dengan pokok adalah spasi ganda. Tiap pokok disusun sejajar secara vertikal. dimulai dan pinggir margin kiri. sedangkan baris kedua,. Ketiga, dan seterusnya dan tiap pokok dimasukkan ke dalam tiga ketikan (bagi karya yang mempergunakan lima ketikan ke dalam untuk alinea baru) atau empat ketikan (bagi karya yang mempergunakan 7 ketikan ke dalam untuk alinca haru). Bita ada dua karya atau lebih ditulis oleh pengarang yang sama. maka pengulangan namanya dapat ditiadakan dengan menggantikan-nya dengan sebuah garis panjang. sepanjang lima atau tujuh ketikan, yang disusul dengan sebuah titik. Ada juga yang menghendaki panjangnya garis sesuai nama pengarang. Namun hal terakhir ini akan mengganggu dari segi estetis, karena nantinya ada garis yang pendek ada pula garis yang panjang sekali. terutama kalau nama pengarang itu panjang. atau karena ada dua tiga nama pengarang.
Karena cara-cara untuk tiap jenis kepustakaan agak berlainan. Maka perhatikanlah ketentuan-ketentuan bagaimana menyusun urutan pengarang, judul dan data publikasi dan tiap jenis kepustakaan tersebut.
a. Dengan seorang pengarang
Hockett. Charles F. A Course in Modern Linguistics. New York: The Mac Millan Company. 1963.
(1). Nama keluarga (Hockett ). lebih dahulu. baru nama kecil atau inisial (Charles F.). kemudian gelar-gelar. Hal ini untuk memnudahkan penyusunan secara alfabetis
(2). Jiku buku itu disusun olch sebuah komisi atau lembaga. maka nama komisi atau lembaga itu dipakai menggantikan nama pengarang.
(3) Jika tidak ada nama pengarang. maka urutannya harus dimulai dengan judul buku. Bagi judul buku dalam bahasa Indonesia. cukup kita memperhatikan huruf pertama dari buku tersebut. nama keluarga..Untuk buku yang ditulis dalam bahasa. lnggris. Jcrman atau Pcrancis dan bahasa-bahasa Barat yang lain. maka kata sandang yang dipakai tidak turut diperhitungkan: A, An, He, Das, Die, Le, La, dsb. Jadi kata berikutnyalah yang harus diperhitungkan untuk pcnyusunan Daftar Pustaka tersebut. Hal ini berlaku pula untuk artikel yang tidak ada nama pengarangnya.
(4) Judul buku harus digaris-bawahi (kalau dicetak ditempatkan dalam huruf miring).
(5) Urutan data publikasi adalah: tempat publikasi penerbit dan penunggalan. Jika ada banyak tempat publikasi maka cukup mencantumkan tempat yang pertama. Jika tidak ada penanggalan. maka pergunakan saja tahun copyright terakhir yang biasanya ditempatkan di balik halaman judul buku.
(6) Pencantuman banyaknya halaman tidak merupakan hal yang wajib, sebab itu dapat pula ditiadakan.
(7) Perhatikan penggunaan tanda titik sesudah tiap keterangan: sesudah nama pengarang. sesudah judul buku, sesudah data publikasi dan kalau ada sesudah jumlah halaman.
(8) Perhatikan pula penggunaan titik dua sesudah tempat terbit. serta tanda koma sesudah nama penerbit.
b. Buku dengun dua atau tiga pengarang
Oliver. Robert T.. and Rupert L. Cortright. New Training for Effective Speech. New York: Henry Holt and Company, Inc.,1958
(1) Nama pengarang kedua dan ketiga tidak dibalikkan; dalam hal-hal lain ketentuannya sama seperti nomor a.
(2) Urutan nama pengarang harus sesuai dengan apa yang tercantum pada halaman judul buku, tidak boleh diadakan perubahan urutannya.
c. Buku dengan banyak pengarang
Morris, Alton C. et. al. College English, the First Year. New York : Harcourt, Brace & World. Inc., 1964
Untuk menggantikan nama-nama pengarang lainnya cukup di-pergunakan singkatan eta!. singkatan dan kata Latin et alii yang berarti dan lain-lain. Dalam hal ini dapat dipergunakan singkatan et. al. atau dkk (dan kawan-kawan).
d. Kalau edisi ber:kutnya mengalami perubahan
Gleason, H. A. An Introduction to Descriptive Linguistics. Rev. ed.New York: Holt. Rinehart and Winston. 1961.
(1) Jika buku itu mengalami perubahan dalam edisi-edisi benikutnya, maka biasanya ditambahkan keterangan rev. ed. (revised edition = edisi yang diperbaiki) di belakang judul tersebut. Di samping itu ada juga yang tidak menyebut edisi yang dipcrbaiki. asal jelas menyebut cetakan ke-berapa: cetakan ke-2. cetakan ke7. dsb. Keterangan mengenai cetakan ini juga dipisahkan oleh sebuah titik. -
(2) Penanggalan yang harus dicantumkan adalah tahun cetakan dari buku yang dipakai.
e. Buku yang terdiri dan dua jilid atau lebih
Intensive Course in English. 5 vols. Washington: English Language Service. inc.. 1964.
(1) Angka jilidnya ditempatkan sesudah judul. serta dipisahkan oleh sebuah tanda titik, dan selalu disingkat.
(2) Untuk penerbitan Indonesia bisa dipergunakan singkatan Jil. atau Jld.

f. Sebuah edisi dan karya seorang pengarang atau !ebih
Ali.Lukman. ed. Bahasa dan Kesusastraan Indonesia sebagai Tjemin Manusia Indonesia Baru. Djakarta: Gunung Agung. 1967
(1) Jika editornya lebih dan seorang, maka caranya sama seperti pada nomor b dan c.
(2) Ada juga kebiasaan lain yang menempatkan singkatan editor dalam tanda kurung (ed).
g. Sebuah Kumpulan Bunga Rampai atau Antologi
Jassin, H. B. ed. Gema Tanah Air, Prosa dan Puisi. 2 JId. Jakarta: Balai Pustaka 1969.
h. Sebuah Buku Terjemahan
Multatuli. Max Have/aar, atau Ladang Kopi Persekutuan Dagang Belanda, terj. H.B. Jassin, Jakarta: Djambatan, 1972.
(1) Nama pengarang asli yang diurutkan dalam urutan alfabetis.
(2) Keterangan tentang penterjemah ditempatkan sesudah judul buku, dipisahkan dengan sebuah tanda koma.
i. Artike! dalam sebuah Himpunan
Riesman, David. “Character and Society,” Toward Liberal Education. eds. Louis G. Locke, William M. Gibson. and George Arms. New York: Holt. Rinehart and Winston. 1962.
(1) Perhatikan: baik judul artikel maupun judul buku harus dimàsukkan; begitu pula penulis dan editorya harus dicantumkan juga.
(2) Judul artikel selalu ditulis dalam tanda kutip, sedangkan judul buku diganis-bawahi atau dicetak miring.
(3) Perhatikan pula tanda koma yang ditempatkan antara judul artikel dan judul buku, harus ditempatkan dalam tanda kutip kedua, tidak boleh sesudah tanda kutip.
(4) Jadi ketiga bagian dan kepustakaan ini tetapi dipisahkan dengan titik, yaitu pertama: nama pengarang penulis artikel, kedua judul artikel judul buku dan editor, ketiga tempat terbit — penerbit tahun terbit.

j. Artike! dalam Ensik/opedi
Wright, J.T. “Language Varieties: Language and Dialect,” Encyclopaedia of Linguistics, information and Control, hal. 243 - 251.
Wright, JT. “Language Varieties: Language and Dialect,” Encyclopaedia of Linguistics, information and Control (Oxford: Pergamon Press Ltd., 1969), hal. 243 - 251.
(1) Bila ada artikel yang jelas pengarangnya, maka nama pengarang itulah yang dicantumkan. Bila tidak ada nama pengarang. maka judul artikel yang harus dimasukkan dalam urutan alfabetisnya.
(2) Untuk penanggalan dapat dipergunakan nomor edisinya, dapat pula tahun penerbitnya
(3) Perhatikan pula bahwa antar judul ensiklopedi dan keterangan tentang edisi atau tahun terbit, jilid dan halaman harus ditempatkan tanda koma sebagai pemisah.
(4) Contoh yang kedua sebenarnya sama dengan contoh yang pertama, hanya terdapat perbedaan berupa pemasukan tempat terbit dan penerbit. Bila tempat terbit dan penerbit dimasukkan, maka : tempat terbit, penerbit dan tahun terbit dimasukkan dalam kurung. Hal ini biasanya berlaku bagi ensiklopedi yang tidak terlalu umum dikenal.

5. Macam-macam Daftar Pustaka
a. Buku-buku dasar : buku yang dipergunakan sebagai bahan orientasi umum mengenai pokok yang digarap itu.
b. Buku-buku khusus : yaitu buku-buku yang dipakai oleh penulis untuk mencari bahan-bahan yang langsung bertalian dengan pokok persoalan yang digarap.
c. Buku-buku pelengkap : buku-buku yang topiknya lain dari topik yang digarap penulis.

6. Penyusunan Daftar Pustaka
Untuk menyusun sebuah daftar yang final perlu diperhatikan terlebih dahulu hal-hal berikut :
a. Nama pengarang diurutkan menurut alfabet, Nama yang dipakai dalam urutan itu adalah nama keluarga.
b. Bila tidak ada pengarang, maka judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan alfabet.
c. Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan referensi, maka untuk referensi yang kedua dan seterusnya , nama pengarang tidak perlu diikutsertakan, tetapi diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketukan.
d. Jarak antara baris dengan baris untuk satu referensi adalah satu spasi. Tetapi jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.
e. Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak 3 atau 4 ketikan. (Gorys Keraf, 1997 : 222).

Catatan Kaki (Footnote)
Pernyataan ilmiah yang kita gunakan dalam tulisan kita harus mencakup beberapa hal. Pertama kita harus mengidentifikasikan orang yang membuat pernyataan tersebut. Kedua, kita harus pula dapat mengidentifikasikan media komunikasi ilmiah tempat pernyataan itu dimuat atau disampaikan. Ketiga, harus pula dapat mengidentifikasikan lembaga yang menerbitkan publikasi ilmiah tersebut serta tempat dan itu tidak diterbitkan, tetapi disampaikan dalam bentuk seminar, maka harus disebutkan tempat, waktu dan lembaga yang melakukan kegiatan tersebut.
Sumber yang lengkap tercantum di dalam daftar kepustakaan. Untuk skripsi/teks sumber dinyatakan dalam bentuk catatan kaki.
1. Fungsi Catatan Kaki
Catatan kaki dicantumkan sebagai pemenuhan kode etik yang berlaku, sebagai penghargaan terhadap karya orang lain.
2. Pemakaian
Catatan kaki dipergunakan sebagai :
a) pendukung keabsahan penemuan atau pernyataan penulis yang tercantum di dalam reks atau sebagai petunjuk sumber;
b) tempat memperluas pembahasan yang diperlukan tetapi tidak relevan jika dimasukkan di dalam teks, penjelasan ini dapat berupa kutipan pula;
c) referensi silang, yaitu petunjuk yang menyatakan pada bagian mana/halaman berapa, hal yang sama dibahas di dalam tulisan;
d) tempat menyatakan penghargaan atas karya atau data yang diterima dari orang lain.
3. Penomoran
Penomoran catatan kaki dilakukan dengan menggurakan angka Arab (1, 2 dan seterusnya) di belakang bagian yang diberi catatan kaki, agak ke atas sedikit tanpa memberikan tanda baca apapun. Nomor itu dapat berurut untuk setiap halaman, setiap bab, atau seluruh tulisan.
4. Penempatan
Catatan kaki dapat ditempatkan langsung di belakang bagian yang diberi keterangan ( catatan kaki langsung) dan diteruskan dengan teks.
Contoh
Peranan. dan tugas kaum pria berbeda dengan dan peranan tugas kaum wanita. Sehubungan dengan, hal itu, Margaret Mead (1935) berdasarkan penelitiannya di beberapa masyarakat di Papua Nuguini, menyatakan bahwa perbedaan itu tidak semata-mata berdasarkan perbedaan jenis kelamin saja, melainkan berhubungan erat dengan kondisi sosial-budaya lingkungannya. 1
Margaret Mead, Sex and Temperament in Three Primitive Societies (New York : The American Library, 1950), pp.
Karena kondisi sosial budaya, mungkin berubah dan berkembang, maka peranan dan tugas itu juga mungkin berubah bertukar atau bergeser.
Antara catatan kaki dengan teks dipisahkan dengan garis sepanjang baris.
Cara yang lebih banyak dilakukan ialah dengan meletakkannya pada bagian bawah (kaki) halaman atau pada akhir setiap bab.
5. Unsur-unsur Catatan Kaki
A. Untuk Buku
1) Nama pengarang (editor, penterjemah), ditulis dalam urutan biasa, diikuti koma (.).
2) Judul buku, ditulis dengan huruf kapital (kecuali kata-kata tugas), digarisbawahi.
3) Nama atau nomor seri, kalau ada.
4) Data publikasi :
(a) Jumlah jilid, kalau ada
(b) Kota penerbitan, diikuti titik dua ditulis
(c) Nama penerbit, diikuti koma di antara.
(e) Tahun penerbitan. tanda kurung
5) Nomor jilid kalau perlu.
6) Nomor halaman diikuti titik (.)
B. Untuk Artikel dalm Majalah/Berkala
1) Nama pengarang.
2) Judul artikel, di antara tanda kutip (“...”).
3) Nama majalah, digarisbawahi.
4) Nomor majalah jika ada.
5) Tanggal penerbitan.
6) Nomor halaman.
6. Catatan Kaki Singkat
(A) Ibid. (Singkatan dari Ibidum, artinya sama dengan di atas), untuk catatan kaki yang sumbernya sama dengan catatan kaki yang tepat di atasnya. Ditulis dengan huruf besar, digarisbawahi, diikuti titik (.) dan koma (,) lalu nomor halaman.
(B) op.cit. (Singkatan dari opere citato, artinya dalam karya yang telah dikutip), dipergunakan untuk catatan kaki dari sumber yang pernah dikutip, tetapi telah disisipi catatan kaki lain dari sumber lain. Urutannya : nama pengarang, op.cit nomor halaman.
(C) loc.cit. (Singkatan dari. loco citato, artinya tempat yang telah dikutip), seperti di atas tetapi dari halaman yang sama : nama pengarang loc.cit (tanpa nomor halaman).
7. Contoh-contoh (Perhatikan Spasinya)
a) Dari Buku
2John Dewey, How We Think (Chicago: Henry Regnery Company, 1974), p. 75.
3BP3K, Strategi Pengembangan Kekuaran Penalaran (Jakarta : Departemen P dan K, 1979), pp. 81 - 95.
4Ibid., p. 15.
5John Dewey, op.cit., p. 18.
6John Dewy, loc.cit.

7Boyd R. Mc Candless and Richard H. Coop, Adolescents : Behavior and Development (New York: Holt, Rinehart and Winston, 1979). p. 99.
8J.E. Wert, C. D. Neidt, and J. S. Ahmann, Statistical Method in Educational and Psychological Research (New York: Appleton CenturyCrofts, Inc., 1954), p. 20U
9C., H. Johnston et.al., The Modern. High School (New York : Charles Scribner's Sons, 1914), p. 17.
1OSutan Takdir Alisyahbana (edit.), The Modernization of Languages in Asia (Kuala Lumpur: The Malaysian Society of Asian Studies, 1967), P. IX.
b) Dari Majalah
11Linus Simanjuntak, "Andaikan Kolam itu Bumi Kita", Suara Alam no 9 (1980), pp. 17 - 18.
c) Dari Surat Kabar
12Tajuk Rencana daIam Kompas (Jakarta) , 7 Mei 1981.
13Artikel dalam Sinar Harapan (Jakarta). 29 April 1981.
d) Dari Ensiklopedia,
14John E. Bardach, "Fish," Encyclopedia Americana (New York: Americana Corporation, 1973), 11, pp. 289 309.
Perlu diketahui bahwa banyak cara yang teiah diterapkan sehubungan dengan pemakaian dan penulisan kutipan, catatan kaki, dan daftar kepustakaan. Apa yang baru saja anda pelajaari adalah salah satu di antaranya. Dalam pelaksanaannya, setiap perguruan tinggi menetapkan aturan tertentu mengenai hal itu. Meskipun aturan itu mungkin berbeda-beda, namun semua bersepakat untuk menghargai penemuan atau karya orang lain.


II. Kutipan

Kutipan adalah pengambilanalihan satuklimat atau lebih dari karya tulisan lain untuk tujuan ilustrasi atau memperkokoh argument dalam tulisan itu sendiri.
Kutipan sering kita pakai dalam penulisan karya ilmiah.Bahan-bahan yang dimasukkan dalam sebagai kutipan adalah bahan yang tidak/belum menjadi pengetahuan umum,hasil-hasil penelitian terbaru dan pendapat-pendapat seseorang yang tidak/belum menjadi pendapat umum.jadi,pendapat pribadi tidk perlu dimasukkan sebagai kutipan.
Dalam mengutip kita harus menyebutkan sumbernya.Hal itu dimaksudkan sebagai pernyataan penghormatan kepadaorang yang pendapatnya dikutip,dan sebagai pembuktian akan kebenaran kutipan tersebut.Cara penyebutan kutioan ada 2 cara,yaitu system catatan kaki dan sistem catatan langsung ( catatan perut ).Kita harus memilih salah satu dan harus konsisten.
Kutipan Langsung dan Tak Langsung
Pengutipan pendapat dari penulis lain dapat dilakukan dengan tiga bentuk di atas. Dalam praktiknya pada makalah atau karya tulis kutipan bisa dilakukan dengan 2 cara, yakni kutipan langsung dan kutipan tidak langsung.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengutip:
1. Penulisan nama pengarang menggunakan nama akhir disertai tahun.
2. Jika pengarangnya dua orang, ditulis nama akhir kedua pengarang tersebut.
3. Jika pengarangnya lebih dari 2 orang, tuliskan nama akhir pengarang pertama diikuti dkk.
4. Jika nama pengarangnya tidak ada, yang dicantumkan adalah nama lembaga yang menerbitkan, nama dokumen yang diterbitkan atau nama koran.
5. Untuk karya terjemahan, nama pengarang yang dituliskan adalah nama pengarang asli.
6. Mengutip dari dua sumber atau lebih yang ditulis oleh pengarang berbeda, dicantumkan dalam satu tanda kurung dengan titik koma sebagai tanda pemisahnya.
Kutipan Langsung:
1. Kutipan yang kurang dari 40 kata ditulis di antara tanda kutip (“…..”) sebagai bagian yang terpadu dalam teks utama, diikuti nama pengarang, tahun, dan nomor halaman. Tanda kutip dalam kutipan, digunakan tanda kutip tunggal.
Contoh:
Soebroto (1990: 123) menyimpulkan “ada hubungan ‘yang erat’ antara faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar”.
Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah “ada hubungan ‘yang erat’ antara faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar” (Soebroto 1990: 123).
2. Kutipan yang berisi 40 kata atau lebih ditulis tanda tanda kutip dan terpisah dari teks yang mendahului, dimulai pada ketukan keenam dari garis tepi sebelah kiri, dan diketik dengan spasi tunggal.
3. Apabila dalam mengetik kutipan langsung ada kata-kata yang dibuang, maka diganti dengan tiga titik. Kalau ada kalimat yang dibuang, diganti dengan empat titik.
Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung dilakukan apabila menggunakan bahasa sendiri dalam mengutip pendapat seseorang. Penulisannya terpadu dalam teks dan tidak perlu tanda kutip.
Misalnya:
Salimin (1990: 13) tidak menduga bahwa mahasiswa tahun ketiga lebih baik daripada mahasiswa tahun keempat.
Mahasiswa tahun ketiga lebih baik daripada mahasiswa tahun keempat (Salimin 1990: 13)